Books

Saga no Gabai Bachan - Nenek Hebat dari Saga

Saga no Gabai Bachan Nenek Hebat dari Saga Akihiro yang kehilangan ayahnya setelah Hiroshima dibom terpaksa berpisah dari ibu untuk tinggal bersama neneknya di Saga Meskipun keluarganya hidup prihatin namun kehidupan di Saga satu peringkat l

  • Title: Saga no Gabai Bachan - Nenek Hebat dari Saga
  • Author: Yoshichi Shimada Indah S. Pratidina Mikihiro Moriyama
  • ISBN: 9786029719628
  • Page: 116
  • Format: Paperback
  • Akihiro yang kehilangan ayahnya setelah Hiroshima dibom, terpaksa berpisah dari ibu untuk tinggal bersama neneknya di Saga Meskipun keluarganya hidup prihatin, namun kehidupan di Saga satu peringkat lebih miskin Tetapi sang nenek selalu punya ratusan akal untuk meneruskan kehidupan dan membesarkan cucunya.Dengan ide ide cemerlang sang nenek, kehidupan selalu mereka jalanAkihiro yang kehilangan ayahnya setelah Hiroshima dibom, terpaksa berpisah dari ibu untuk tinggal bersama neneknya di Saga Meskipun keluarganya hidup prihatin, namun kehidupan di Saga satu peringkat lebih miskin Tetapi sang nenek selalu punya ratusan akal untuk meneruskan kehidupan dan membesarkan cucunya.Dengan ide ide cemerlang sang nenek, kehidupan selalu mereka jalani penuh tawa Sulit memang, tapi menarik dan mengasyikkan Namun waktu terus berjalan dan tibalah hari ketika Akihiro harus mengambil keputusan Dia harus memilih antara Nenek dan Saga yang dia cintai atau mengejar mimpi mimpinya.Diterjemahkan langsung dari Bahasa Jepang oleh Indah S Pratidina, buku ini akan membuat kita tersenyum, terenyuh, dan mungkin berpikir ulang tentang nilai nilai kesederhanaan Dalam waktu kurang satu tahun, buku ini telah terjual 100.000 Eksemplar di negeri asalnya Kisah Nenek Hebat dari Saga begitu terkenal sehingga diadaptasi dalam bentuk film, layar lebar, game maupun manga

    • Free Read [Paranormal Book] ☆ Saga no Gabai Bachan - Nenek Hebat dari Saga - by Yoshichi Shimada Indah S. Pratidina Mikihiro Moriyama ä
      116 Yoshichi Shimada Indah S. Pratidina Mikihiro Moriyama
    • thumbnail Title: Free Read [Paranormal Book] ☆ Saga no Gabai Bachan - Nenek Hebat dari Saga - by Yoshichi Shimada Indah S. Pratidina Mikihiro Moriyama ä
      Posted by:Yoshichi Shimada Indah S. Pratidina Mikihiro Moriyama
      Published :2019-09-05T11:42:40+00:00

    About "Yoshichi Shimada Indah S. Pratidina Mikihiro Moriyama"

    1. Yoshichi Shimada Indah S. Pratidina Mikihiro Moriyama

      Kanji Name .Yoshichi Shimada, Japanese famous comedian and writer His real name is Akihiro Tokunaga After the explosion of the atom bombs, the writer s father died of nuclear radiation Because his mother couldn t afford to take care of two sons and work at the same time, he was sent to his grandma s house in Saga Although the grandma was so poor in those days, she always had some wonderful ways to go on living and made life full of discovery and laugh.

    631 Comments

    1. “Kebahagiaan itu bukanlah sesuatu yang ditentukan oleh uang. Kebahagiaan itu adalah sesuatu yang ditentukan oleh diri kita sendiri, oleh hati kita.”Demikianlah kira-kira inti dari buku ini. Buku kecil yang bersahaja ini merupakan kisah nyata dari penggalan kehidupan penulisnya, Akihiro Tokunaga atau kini dikenal dengan nama Yosichi Shimada (61 thn) selama ia tinggal bersama neneknya di kota kecil Saga setelah Hiroshima dijatuhi bom atom oleh sekutu.Paska pemboman Hiroshima dan Nagasaki perek [...]


    2. Review yang membuatku memenangkan 4 buku dari Penerbit Redline, arigatou! :-*Miskin Ceria a la Nenek OsanoSederhana. Itulah kesan pertama yang saya tangkap ketika melihat cover buku ini. Saking sederhananya, buku ini beberapa kali gagal mencuri perhatian saya ketika dipajang di toko buku. Jika bukan karena testimoni positif orang-orang yang sudah membaca buku ini, saya tentu tidak akan memutuskan untuk membelinya dan larut dalam kesederhanaan sarat makna yang ditorehkan lewat memoar masa kecil Y [...]


    3. Apakah seorang harus menjadi kaya atau memiliki banyak keunggulan untuk bisa bahagia ?Jawabannya,TIDAK.Itulah yang dihidupi oleh Nenek Osano, Nenek Hebat dari Saga yang hidup di tengah kemiskinan milik, namun dengan kekayaan hati.Ia tak pernah malu dengan kemiskinannya, tak pernah menunjukkan kekhawatirannya akan hari esok, pada cucunya yang tinggal bersamanya karena keinginan putrinya memberi kehidupan yang lebih baik untuk putranya dengan menitipkannya pada sang nenek.Akihiro Tokunaga yang kem [...]


    4. Banyak yang mungkin akan iri dengan Tokunaga. Ya, memang di masa kecilnya, dia hidup dalam kemiskinan. Tak mempunyai seorang Ayah dan harus tinggal berjauhan dengan Ibunya. Hei, tapi dia memiliki seseorang nenek. Bukan nenek sembarangan tapi seorang Nenek yang hebat, Osano namanya.Tokunaga hidup bersama Nenek Osano di sebuah desa kecil bernama Saga. Mereka hidup dengan miskin tapi miskin yang ceria, begitu kata Nenek Osano. Nenek Osano mengajari banyak orang untuk hidup dengan optimisme tinggi. [...]


    5. sebenarnya ini buku biasa saja.tentang kisah yang juga biasa-biasa sajamun,jadi istimewa karena kita membandingkannya dengan jepang masa kini yang sudah maju dan berbeda dari yang ditampilkan dalam buku inii sejenis romantisme nostalgik yang menghadirkan ulang masa lalu yang susah sebagai pengesahan kesuksesan masa kiniya kira, settingnya adalah jepang tahun 50-60-an.di masa ketika jalanan di hiroshima juga kumuh karena dirampas oleh pedagang kaki lima, katimbang dinikmati pejalan kakitika sunga [...]


    6. Sederhana, menarik, inspiratif. Namun saya merasa sedikit prihatin, kisah kemiskinan di Jepang sekitar 60 tahun yang lalu seperti ini, di Indonesia sekarang masih banyak yang mengalaminya sehari-hari. Tapi sudahlah, kita simak celoteh lucu dari nenek asano berikut ini: "Ada dua jalan buat orang miskin.Miskin muram dan miskin ceria. Kita ini miskin yang ceria.Selain itu karena bukan baru-baru ini saja menjadi miskin,kita tidak perlu cemas.Tetaplah percaya diri.Keluarga kita memang turun-temurun m [...]


    7. Saya kira novel, ternyata sebuah biografi. Huft itulah yang saya pikirkan pada awalnya. Meski sudah penasaran karena beberapa spoiler kelucuan buku ini sejak dua bulan lalu, saya memutuskan membaca buku ini untuk memenuhi sebuah reading challenge yang diadakan lebih untuk menambah semangat baca, bukan memperoleh reward atau apapun. :DDan membuka halaman demi halamannya mengejutkan. Ceritanya penuh dengan makna hidup bahagia yang sebenar-benarnya. Kesederhanaan penyampaiannya begitu memukau bahka [...]


    8. So for the first time I borrowed a book from my sister. It's kinda ummm awkward since usually it happens the other way around as it is me who are stacking books here and there in the house.I should've known she'd buy this book. Her interest in Japanese culture is more avid than my curiosity for South American literature. It surprises me no more that she actually reread this book for several times, mostly out loud just to get my attention. Yes yes she got me.Baachan, is what we -Grace and I- call [...]



    9. Pasca jatuhnya bom atom di Hiroshima tahun 1945, dampak mengerikan peristiwa ini langsung terasa pada sebagian besar rakyatnya , tidak terkecuali Akihiro dan keluarganya. Bukan hanya harus menghadapi himpitan ekonomi yang makin terpuruk tapi juga harus kehilangan sosok ayah yang menjadi tulang punggung keluarga akibat terpapar radiasi bom atom. Karena itulah, merasa tak sanggup untuk membesarkan Akihiro di Hiroshima maka oleh ibunya Akhiro lantas dititipkan pada neneknya di kota Saga yang terpen [...]


    10. Merasa hidup tidak bahagia? Merasa hidup miskin? Cobalah berkenalan dengan nenek Osano yang ada dibuku ini. Seorang wanita tangguh yang bersahabatkan alam, berhati sekemilau mutiara dan tekatnya setangguh gunung Fuji.Akihiro kehilangan ayahnya pasca pengeboman kota Hiroshima. Demi kehidupan yang lebih baik, sang ibu akhirnya memberi sebuah ”dorongan” agar Akihiro dapat tinggal bersama neneknya di kota kecil Saga. Pada zaman itu, tahun 17 era Showa (1942), Hiroshima dikenal sebagai kota besar [...]


    11. Perang itu menimbulkan luka dan kesedihan bagi orang yang ditinggalkan. Setelah Bom atom yang memporakporandakan kota Hiroshima pada tanggal 6 Agustus tahun 20 era Showa (1945), kehidupan Akihiro Tukunaga berubah total. Ayahnya meninggal terkena radiasi yang sangat sehingga membuat ibunya harus bekerja keras menghidupi ia dan kakaknya. Akihiro sendiri saat itu baru menginjak kelas 2 sd. Karena ibunya selalu bekerja hingga larut dan tak pernah punya waktu untuk Akihiro yang masih kecil, ia akhirn [...]


    12. Buku ini membuat saya berpikir betapa kesuksesan yang secara umum dicari oleh manusia mungkin saja bukanlah apa yang kita inginkan sebenarnya. Manusia mengejar uang, kemewahan, status sosial, kekuasaan, penghargaan, tapi apakah itu bisa membuat kita bahagia? Dalam buku ini, diceritakan kisah seorang nenek dan cucunya lewat sudut pandang si cucu. Satu hal yang saya perlajari dari buku ini adalah kebahagiaan ditentukan oleh diri kita sendiri, bukan seberapa banyak uang yang kita miliki, bukan sebe [...]


    13. Membaca cerita seperti ini, mau gak mau gue inget sama cerita ‘Oshin’. Oshin digambarkan sebagai anak dari keluarga yang sangat miskin, hingga ia terpaksa bekerja keras, terkadang ditindas tapi tetap tegar. Tapi di buku ini, gue gak melihat yang namanya ‘air mata’ tumpah ruah meskipun hidup dalam kemiskinan. Bukan kemiskinan yang ‘diumbar’, justru ada banyak tawa, malah gue membayangkan Nenek Osano sebagai nenek yang jail. Hehehe…. Kata Nenek Osano, jadi orang kaya itu justru sibuk [...]


    14. Terhenyak begitu membaca salah satu judul bab-nya : Cara Tepat Jadi Miskin!Wow, kebanyakan buku menye-menye ketika bercerita tentang kesedihan dan penderitaan hidup. Buku ini tidak. Malah menceritakan betapa kehidupan itu memang indah dan penuh tawa, kesusahan hidup itu bisa direaksi dengan tawa dan canda. Ada banyak hal yang membuat saya speechless dalam buku ini, membuat saya bercermin terhadap kehidupan saya sendiri. Dan ada satu bab di buku yang kena sekali di hati, bagaimana para sahabat da [...]



    15. Ketika bom atom meletus di Hiroshima, kehidupan keluarga Akihiro makin buruk. Ayahnya mati terpapar radiasi,ibunya terpaksa bekerja sendiri membuka usaha bar kecil untuk menghidupi dirinya, Akihiro, dan abangnya. Kesibukan di bar membuat ibu Akihiro tidak bisa mendampingi Akihiro dengan maksimal. Ditambah pula bar tersebut berada di wilayah kumuh, membuat ibu merasa cemas akan perkembangan Akihiro. Akhirnya ia memutuskan mengirim Akihiro ke rumah neneknya di Saga.Nenek Akihiro bukan orang kaya, [...]


    16. Saya nggak sabar mau bagi resensi buku yang satu ini. :DJudul : Saga no gabai bachan ( Nenek hebat dari saga )Penulis : Yoshichi ShimadaPenerbit : Mahda BooksHalaman : 245 halMISKIN CERIASaya pernah tau salah satu teman masukkan ini ke list 'currently reading'Dan kemarin pas ke togamas ketemu buku ini yang nangkring tepat di samping Totto-chan, dan bikin dilema mau ambil yang mana akhirnya buku ini pemenangnya *bisik2* lebih murah sih *bisik2*buku ini bercerita tentang Akihiro Tokunaga si bocah [...]


    17. hidup itu gabungan dari berbagai kekuatan (hlm.171)begitulah nenek saga menyambut perkenalan na. dari cover na yang menunjukan suatu keunikan tersendiri. apakah benar ada orang yang berjalan dengan menarik magnet. kebayang ga? dengan debu yang ada di jalanan, dia berjalan dengan magnet di belakang na. bukankah tu magnet akan penuh dengan butiran-butiran debu. namun ternyata itulah yang dicontohkan oleh nenek saga, bahkan benda yang dibuangpun dapat dimanfaatkan. dan itulah salah satu kekuatan ne [...]


    18. "Ada dua jalan buat orang miskin. Miskin muram dan miskin ceria."Maka Nenek Osano pun memilih jadi orang miskin yang ceria. Kemiskinan dijalani sang nenek penuh dengan optimis, semangat, dan--yang banyak dituturkan dalam buku ini--kreativitas yang tinggi. Lihatlah bagaimana Nenek Osano memasang "ekor magnet" di tubuhnya, sehingga tiap kali berjalan benda-benda yang terbuat dari logam akan menempel di magnet tersebut, kemudian Nenek akan mengumpulkan dan menjualnya. Juga membuat "abon" dari ampas [...]


    19. Banyak prinsip hidup Nenek yang tidak sesuai dengan prinsip hidupku. Bagiku miskin NO, sederhana YES. Turun-temurun miskin, bukan karena nenek kurang giat bekerja atau kurang akal, malah nenek banyak sekali akalnya. Tapi sekalipun begitu kemiskinan tetap terpelihara turun-temurun. Mungkin maksud nenek kalau sudah miskin ya terima saja jangan terus jadi mengeluh atau hidup tidak bahagia.Untung pengarang buku tsb Shimada san, yaitu cucu nenek sudah berhasil mematahkan miskin turun-temurun tsb :) T [...]


    20. "Kebahagiaan itu bukanlah sesuatu yang ditentukan oleh uang. Kebahagiaan itu adalah sesuatu yang ditentukan oleh diri kita sendiri, oleh hati kita" itulah inti dari buku ini. Buku yang sederhana, namun sangat menarik untuk dibaca. Buku ini mengajarkan kita agar bisa menghargai dan menikmati hidup. Akihiro hidup bersama neneknya di saga, mereka hidup sangat sederhana dan bisa dibilang kehidupan mereka sangat miskin. Namun dengan ide-ide cemerlang sang nenek, kehidupan selalu mereka jalani penuh t [...]


    21. Baru dapat hadiah dari lomba resensi Penerbit Redline (Mahda Books)- salah 1 buku dari 4 buku yang aku pilih sendiri---Nenek Osano yang tinggal di kampung Saga ini contoh manusia yang menjalani hidup dengan bahagia, apapun keadaannya. Cucunya, yang karena kemiskinan keluarga mereka, harus dititipkan pada sang nenek. Dia lah saksi yang kelak mengisahkan pandangan hidup neneknya yang unik ini. Meski akihiro kecil awalnya merasa menderita karena kemiskinan mereka yang amat-sangat, perlahan-lahan te [...]


    22. huhuhu terharu bangeeeet endingnya T.T"Saat ini dunia sedang mengalami masa ekonomi yang buruk,"demikian kata semua orang, tapi tidak ada yang mesti dibesar-besarkan .Kita hanya kembali ke masa lalu, begitu menurutku.Yang berubah itu sebenarnya manusianya. Karena tidak punya uang.Karena tidak dapat makan di hotel.Karena tidak dapat merplesir ke luar negeri.Karena tidak dapat membeli barang-barang bermerek Bila kita berpikir tanpa semua itu kita jadi tidak bahagiam sudah jadi apa sebenarnya kita? [...]


    23. The story in this book reveals a message that even in the darkest time, we can choose to be happy. I like the book especially how it's being told in very simple words (the words of a kid). And because of that, there is no mental conflict like mature novel I usually read. It just flows and keep going, not too much question about why bad things are happening, why life is not always good, etc. That's the most important for me that I learn from this book. If you want to be happy just think like smal [...]


    24. bacaan nostalgia mengenang seorang nenek hebat, cucu bandel dan teman2nya, serta guru2 yg top bgt. benar2 bikin ngakak sekaligus terharu #lapingus sayangnya ada yg kurang, kurang banyak cerita2nya maksudnya :Dpaling bikin terenyuh: sungai adalah supermarket. hari ini supermarket liburg fav: 'ditipu' para guru untuk tukeran bento tiap tahun di hari fest olahraga (+si nenek yg nyuruh ayam bertelor)plg konyol: nyuri buah jeruk trus dikasihkan ke pokoknya, daisuki desu yo!*slh1 buku hadiah ultah dr [...]


    25. Bukunya tipis tapi dijamin dapat diselesaikan kurang dari dua jam saja. Ceritanya sederhana, tentang masa kecil pengarang pasca Perang Dunia II di Jepang. Ayahnya meninggal di Hiroshima sehingga pengarang hanya tinggal dengan ibunya. Suatu hari, ibunya mengirimnya ke Kota Saga, untuk tinggal bersama sang Nenek Hebat dari Saga.Kehidupan sang nenek yang sangat sederhana, bahkan untuk makanan sehari-hari pun mengandalkan sungai, benar-benar jauh daripada kehidupan di sekitar kita saat ini. Sang Nen [...]


    26. ceritanya tulus bangetbaikan dan kecerdasan nenek apa adanya. tidak dibuat-buatnar-benar terasa tulusntas dirating bintang 5! :) *Ini kedua kalinya Saya Baca buku yg sama*Ternyata penilaian Saya thdp buku Ini tdk pernah berubah. Mau dibaca berapa kalipun buku Ini Tetap sama bagus nya.buku.dibaca/2017/07/kilas-b


    27. Benar, dia nenek yang hebat. Dan langka, tentu. Makanya "anak-cucu-cicit" yang ada sekarang mayoritas konsumtif, superfisial dan kosong makna. Nenek-nenek seperti Nenek dari Saga kikis tipis dan menghilang jejak teladannya di generasi segera setelahnya. Would you please reborn, old lady?


    28. "Kebaikan sejati adalah kebaikan yang dilakukan tanpa diketahui orang yang menerima kebaikan." - Nenek Hebat dari Saga


    Leave a Comment